Wa la ghalib ill Allah, “Tiada pemenang kecuali Allah”
Sisa kejayaan Islam masa lalu di Seville yang paling terkenal adalah La Giralda, menara adzan abad ke-12 masjid Almohad yang kemudian menjadi gereja katedral Katolik setelah kota ini ditaklukkan Santo Ferdinand pada tahun 1248. Dengan tinggi 320 kaki atau sekitar 97,54 meter, La Giralda pernah menjadi menara tertinggi di dunia. Meniru model menara masjid Kutubiyyah di Marakesh, menara ini memiliki kembarannya yaitu Menara Hassan yang berada di sebuah masjid yang belum selesai di Rabat.
Ibnu Khaldun, filsuf besar dalam sejarah, yang memiliki moyang jauh asal Seville sebelum mereka melarikan diri dari penaklukan Almoravid atas kota ini pada abad ke-11, pernah mengunjungi Sevill dalam perjalanannya mengelilingi Andalusia pada tahun 1364-1365. Raja Pedro pernah berupaya mendekatinya untuk menetap dan menawarkannya tanah leluhur keluarganya akan tetapi minat Ibnu Khaldun atas sisa kerajaan Muslim di Spanyol yaitu Granada lebih menarik baginya.
Percampuran agama, seni dan budaya di istana Alcazar melambangkan pengaburan garis budaya dan keagamaan di Andalusia di mana Muslim, Kristen dan Yahudi hidup berdampingan.
Salah satu tokoh paling masyhur pada masa itu adalah El Cid (yang diambil dari bahasa Arab sayyid atau “tuan”) yang merupakan pemimpin pasukan Kristen melawan Granada di akhir abad ke-11. Dia menjadi pahlawan Spanyol dan di zaman modern pernah difilmkan oleh Hollywood.
Menurut Profesor Maria Luise Fernandez dari Universita Caracas, kekuatan tradisi artistik Islam bahkan terasa pengaruhnya sampai ke benua Amerika. Desain Mudejar, katanya, dapat ditemukan di arsitektur Spanyol di kota-kota seperti Meksiko, Quito dan Caracas.
Sumber : http://www.fimadani.com/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar