Salah satu masjid peninggalan sejarah dengan pesona keindahannya yang
memukau adalah Masjid Muhammad Ali Pasha. Dibangun oleh Muhammad Ali
Pasha tahun 1830-1848, untuk mengenang Tusun Pasha, putra sulungnya yang
meninggal tahun 1816. Masjid Muhammad Ali Pasha dinamai sesuai nama
Muhammad Ali Pasha, penguasa Mesir dari Dinasti Muhammad Ali, dinasti
Islam terakhir yang berkuasa di Mesir sebelum Mesir berubah menjadi
republik hingga saat ini. Arsitek masjid ini bernama Yusuf Bushnak dari
Istanbul, Turki.
Untuk membangun masjid tersebut, Muhammad Ali
Pasha juga mengundang sejumlah insinyur dari Prancis dan Italia sebagai
perancangnya. Di antara ide yang dikemukakan para insinyur itu adalah
pemilihan lokasi yang unik, yakni di puncak Benteng Shalahuddin
Al-Ayyubi yang berada di pinggiran Kota Kairo.
Masjid ini,
bersama dengan benteng, adalah salah satu tujuan wisata di Kairo dan
merupakan salah satu fitur pertama yang akan terlihat ketika mendekati
kota dari sisi mana pun.
Masjid Muhammad Ali Pasha dibangun
dengan mengadopsi gaya masjid Dinasti Usmaniyah. Masjidnya punya dua
buah menara tinggi yang ramping dan runcing. Pada bagian luar, terdapat
tempat berwudhuk yang letaknya tepat di tengah-tengah halaman masjid.
Di
dalam masjid ini kita dapat melihat bagian langit-langit puncak kubah
dihiasi ukiran geometris dengan empat pojok yang terukir kaligrafi empat
nama Khulafaur Rasyidin. Dinding ruang shalat diberi celah-celah yang
dihiasi dengan kaca patri berwarna-warni dan pilar-pilar pualam. Di
samping itu selain cahaya alami, masjid ini juga menggunakan sistem
pencahayaan lampu-lampu hias berukuran besar di bagian tengah ruang
shalat.
Lampu-lampu hias tersebut diperindah pula dengan lampu-lampu
gantung listrik yang memiliki ukuran lebih kecil dengan bola-bola
kristal menawan yang terdapat di sekelilingnya. Keberadaan ornamen dan
lampu-lampu kristal memberikan keunikan tersendiri pada desain ruang
shalat masjid ini.
Sumber : http://aceh.tribunnews.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar