Turki pernah mencapai kejayaannya di bawah Dinasti Usmaniyah. Wisatawan bisa berwisata religi untuk melihat jejak kejayaannya di Museum Hagia Sophia, inilah bangunan megah yang pernah menjadi masjid dan gereja.
Baru setelah Kota Konstantinopel jatuh ke tangan Dinasti Usmaniyah di tahun 1453, Hagia Sophia di alihfungsikan sebagai Masjid. Mengingat ekspansi Dinasti Usmaniyah membawa nafas Islam yang kental di dataran Eropa.
Walaupun telah berubah menjadi sebuah masjid, tidak ada perubahan arsitektur maupun interior dari Hagia Sophia. Perubahan hanya berupa penambahan kaligrafi kaligrafi Islam dan mimbar untuk tempat imam salat. Sebuah bukti bahwa umat Islam adalah umat yang toleran di masa itu.
Keindahan interior Hagia Sophia semakin bertambah dengan adanya hiasan kaligrafi Allah yang berdampingan dengan lukisan Bunda Maria. Ada juga lukisan Yesus yang bersebelahan tepat dengan kaligrafi Al Quran. Sungguh perpaduan yang sangat unik dan indah.
Selain itu, mimbar masjid dan hiasan masjid lainnya juga masih ada dan terjaga. Selama 500 tahun Hagia Sophia berfungsi sebagai masjid. Baru di era 1990-an, Pemerintah Turki menjadikan Hagia Sophia sebagai sebuah Museum yang bisa dimasuki oleh para wisatawan.
Hagia Sophia sudah terkenal seantero dunia dan menjadi ikon kebanggaan negara Turki. Tidak sah rasanya jika berkunjung ke Turki tanpa berkunjung ke Hagia Sophia. Dengan harga tiket masuk sebesar 25 lira atau setara Rp 140.000, Anda sudah bisa masuk ke dalam Museum ini untuk menikmati peninggalan sejarah kejayaan Kerajaan Turki yang luhur..
Hagia Sophia menjadi sebuah masjid berlangsung selama 482 tahun, hampir lima ratus tahun lamanya. Total bangunan ini sebagai tempat ibadah sebagai gereja dan masjid hampir selama 1400 tahun lamanya, meskipun beberapa kali diperbaiki.
Sumber : http://travel.detik.com/read
Tidak ada komentar:
Posting Komentar