Assalamu'alaikum :)
Berikut ini adalah sejarah singkat mengenai Blue Mosque. Salah satu masjid yang cukup terkenal di Istanbul.
Semoga bermanfaat :) Terutama bagi kalian yang berkeinginan untuk pergi ke sana...
Mesjid ini disebut “mesjid biru” karena
kubah penutupnya berwarna biru. Bangunan ini berada di Istambul Turki
dan dibangun oleh Sultan Ahmed I pada tahun 1609 dan selesai pada 1612.
Sultan Ahmed membangun Masjid Biru untuk menandingi bangunan Hagia Sopia
buatan kaisar Bizantium yaitu Constantin I, Hagia Sopia berada satu
blok dari Masjid Biru.
Masjid Biru
memiliki 6 menara, diameter kubah 23,5 meter dan tinggi kubah 43 meter,
kolom beton berdiameter 5 meter.
Masjid ini adalah satu dari dua buah
masjid di Turki yang mempunyai enam menara, yang satu lagi berada di
Adana. Kabarnya, akibat jumlah menara yang sama dengan Masjidil Haram di
Mekkah saat itu, Sultan Ahmad mendapat kritikan tajam sehingga akhirnya
beliau menyumbangkan biaya pembuatan menara ketujuh untuk Masjidil
Haram.
Masjid Biru, hingga kini, masih
berfungsi sebagai tempat ibadah. Masuk dalam kompleks masjid terbesar di
Istanbul ini, kita melewati taman bunga yang dilindungi pepohonan yang
rindang. Sebuah tempat wudhu berderet di sisi depan masjid menyambut
kita sebelum memasuki bagian dalam kompleks masjid.
Dari luar, tampaknya tak ada alasan
karya arsitek Mehmet Aga yang dibangun pada 1609-1616 ini disebut dengan
nama Masjid Biru. Barulah setelah kita masuk ke dalam, tampak bahwa
interior masjid ini dihiasi 20.000 keramik dari Iznik — kawasan Turki
yang terkenal menghasilkan keramik nomor wahid — berwarna biru, hijau,
ungu, dan putih.
Ornamen bunga-bungaan dan tanaman
bersulur itu tampak sangat indah memendarkan warna biru saat ditimpa
cahaya matahari yang masuk lewat jendela 260 kaca patri.
Terdapat pilar-pilar marmer dan lebih dari 200 jendela kaca patri dengan
berbagai desain yang memancarkan cahaya dari luar dengan dibantu
chandeliers. Dalam chandeliers diletakkan telur burung unta untuk
mencegah laba-laba membuat sarang di situ. Dekorasi lainnya adalah
kaligrafi ayat-ayat Al Qur’an yang sebagian besar dibuat oleh Seyyid
Kasim Gubari, salah satu kaligrafer terbaik pada masa itu.
Elemen penting dalam masjid ini adalah mihrab yang terbuat dari marmer
yang dipahat dengan hiasan stalaktit dan panel incritive dobel di
atasnya. Tembok disekitarnya dipenuhi dengan keramik. Masjid ini
didesain agar dalam kondisi yang paling penuh sekalipun, semua yang ada
di masjid tetap dapat melihat dan mendengar Imam.
Sumber : https://zulfikri.wordpress.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar